You are currently browsing the category archive for the ‘puisi’ category.

Sudah jam empat sore,
Aku melambat.
Jenuh hariku,
Waktu berjalan merambat

Sudah jam empat sore,
Sudah duapuluh lima jam berlalu
Dari menit – menit yang kutahu
Akan mendewasakanku.

Sudah jam empat sore,
Waktu melambat.
Ketak – ketik keyboard semakin menganggu
Ingin pulang dan tenggelam dalam hening.

Sudah jam empat sore,
Biasanya waktu ini
Aku akan tersenyum dan berdendang
Karena kamu sudah pulang

Sudah jam empat sore,
Sudahlah….

Pasrahkan semua.

Jakarta, April 2016

Jari jemari bertautan,
Apakah jadi pertanda
Bahwa hubungan
Akan selamanya?

Detak jam dinding
Menertawakan kemudaan kita
Dan meruntuhkan idealisme
Yang telah lama dibangun

Sepoi angin di perjalanan
Memporak porandakan
Setiap mimpi yang susah payah
Meminta dibangun kembali

Aah…
Rasanya begitu lelah…

Hanya satu doa dan pinta
Pada Ia yang Esa
Biarlah semua berjalan
Sesuai kemauanNya

Puncak, Maret 2016

Nyaring hela nafasku bergelombang memasuki otakku. Satu – satu partikel udara melalui imagi yang kuharap dapat kulupakan. Satu – satunya sarana ku harus menerima semua, menganggapnya sebagai berkat yang turun satu persatu bagai bilur hujan sore itu.

Ceracas seruan adik cilik di bangku menerjang – nerjang, terasa menghibur sukma. Ah, bagaimana bisa manusia terlahir begitu sederhana? Lalu mereka diperam dalam kolam masalah, untuk menjadi matang dan nikmat disantap?

Satu – satu kuurai kekusutan benang di systema nervosa. Satu – satu pun aku mundur selangkah, tersadar bahwa terkadang segalanya perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas: bahwa semua lekuk kusut itu indah, dan tak perlu diluruskan.

Jakarta, April 2016

Terkadang aku hanya ingin dimiliki, tanpa intensi untuk memiliki. Terkadang aku hanya ingin mejadi seseorang yang dinanti, tanpa perlu menanti. Apabila aku bersembunyi di dalam kotak kesenangan dalam tempo semauku, aku berharap ada decak-decak khawatir terlontar dari kamu. Kala kulihat cemas di matamu, aku tahu, aku bahagia. Tidak, tidak berarti aku ingin kamu selalu cemas melihatku, tapi setitik bagian di hati ini tahu dan butuh untuk diingini secara berlebih. Ya kamu, sesosok yang kunanti kuharap menanti aku datang.

 

Saat waktu itu tiba…

Aku pasti bahagia.

 

Yogyakarta, 31 Juli 2014, di dalam kotak kesenangan

ketika terlalu sulit untuk berlari, teruslah berlari

ketika terlalu sulit untuk melompat, teruslah melompat

karena masa depan itu sungguh ada

dan harapan tidak pernah sia-sia

 

harapan adalah …

 

secercah pelita di tengah gelap

teruslah mencari sampai didapatnya

 

pelangi sehabis hujan

nantilah sampai gerimis enggan turun lagi

 

tawa seusai tangisan

karena seseorang pasti datang untuk mengambil permata hati

 

karena harapan tidak pernah sirna…

namun bertumbuh kembang, selamanya.

 

ya.

 

Malam tahun baru, 2012

Happy new year, all:)

God Bless You

kalau Tuhanmu bukan TUHAN,
matilah engkau.

Jakarta, Januari 2012

Aku
Aku
Aku
Sayang pada-Nya

~Happy Valentine Day.
Jogjakarta, 14 feb 2011

7 Juli 2011

Aku masih belajar mencintai,
Masih belajar mengerti arti kasih
Masih belajar makna sayang
Masih belajar …

Maukah kamu menunggu, sayang?

Yogyakarta, Juni 2011.

Berlari aku, tanpa henti!
Menuju Kalvari aku pasti,
Namun aku yakin,
Di baliknya ada Kekal yang Abadi.

Jakarta, Juli 2011.

Kekasih, hari ini aku akan pergi
Ke medan perang, ke medan pertempuran
Jangan, jangan tahan aku lagi
Mataku memandang mereka yang terhilang
Jangan, jangan tahan aku lagi
Tubuhku seirama dengan genderang perang
Menari-nari di tengah teriakan dan desingan senjata
Aku siap! Asal aku tahu cinta-Nya bersama aku.

Walau seribu rebah di sisiku,
Dan sepuluh ribu rebah di sebelah kananku,
Aku tahu tangan-Nya menopangku
Dan tidak akan pernah jatuh aku.

Dengan cinta aku menerobos
Dengan cinta aku menang!

Sayangku, kasihku
Jangan tahan aku lagi
Aku akan pergi ke medan perang

Dan kembali dalam pelukan-Mu.

Juli 2011

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.