untuk E

 

Kamu adalah sebatang pinsil yang belum sempat menggoresi hidupku. Namun begitu cepat kamu patah, lalu terdekomposisi dalam lautan mikrobia yang siap memangsa. Kamu adalah sepotong cerita yang baru sempat berdendang sebentar saja dalam hidupku. Suatu nada yang terlalu cepat selesai dengan tiba-tiba. Suatu rima yang baru sebentar saja terselip dalam sajakku,namun segera terhapus oleh perjalanan waktu.\

 

Kamu adalah sebentuk jawaban doa saat aku betul-betul rinduakan sebuah gelombang. Kamu adalah setitik peluh yang terkembang, setetes airmata yang tersesap dalam ribaanNya.

 

Satu masa aka nada satu pertemuan dan perpisahan. Tidak adayang terlalu cepat, namun aku yang belum siap.

 

Butuh lima ratus empat puluh menit untuk berkata “ya” padakehendak Yang Esa.

 

Selamat jalan, bahagialah disana.

 

Yogyakarta, awal Mei 2013