halo, kamu yang disitu. kamu tidak akan pernah mengenalku, tetapi aku sangat mengenalmu. sosokmu yang menggunakan kemeja dan celana bahan, kuno kata teman-temanku. kamu yang terduduk kikuk sendirian. kamu pemalu, aku tahu itu. hobimu, teman-teman sekolahmu, makanan favoritmu, warna favoritmu, lagu kesukaanmu, buku yang sedang kamu baca, aku tahu. wajahmu ketika tertidur, tertawa, berpikir, bersedih, aku hafal mati.
kepada siapa kamu memberikan separuh jiwamu pun aku tahu.
aku tahu bukan padaku kamu membaginya.
ironi, padahal aku sudah jatuh hati kepadamu. dengan polos aku mencungkil sebagian hatiku untukmu. mengiris perlahan. membagi pelan-pelan supaya sama rata. sakit, kamu tahu kan? kamu juga dulu membagi hatimu dengan cara yang sama, tetapi bedanya kamu mendapat gantinya plus senyum gadis itu sebagai obat penawar sakit.
tetapi tidak denganku. memandangi punggungmu yang menjauh malah menambah parah lukaku. dan hatiku yang membusuk kubuang ke tempat sampah. biar saja bolong sebagian, sakit dan perih akan kutahan.
ya sudahlah.

~ terima kasih untuk inspirasinya🙂

Yogyakarta, November 2010