-karena tidak ada ide ingin diberi judul apa

Sepiku adalah sepimu. Ceriaku adalah ceriamu. Desah nafas yang keluar masuk paru-paruku adalah milikmu juga. Hari-hariku juga milikmu. Tahun – tahun yang kulalui, kukutuk, kunikmati adalah milikmu juga.
Bagai awan memeluk gunung, aku memeluk dirimu dalam kerapuhan diriku. Kamu adalah kokoh, dan aku kemayu. Kamu kaki bagiku, dan aku akan menjadi peneduh dikala matahari terlalu sadis merajam. Karena aku yang sendu ini dapat meredam terik.
Ayo, sayang, kita bangun sebuah atmosfir milik kita! Lalu kita penuhi dengan kasih, sehingga di sekitar kita selalu ada sayang dan kebahagiaan. Materaikan cinta kita di dalamnya, sehingga jadi tanda bagi dunia bahwa kita pernah ada!

Aku tidak menggombal, tetapi meminta. Aku memaksa.

Karena kamulah hidup duniaku.

Yogyakarta, Oktober 2010
(duh gembel banget hahaha)