Jiwaku mencari keheningan yang terdalam. Keheningan yang tak akan pernah bisa diselami oleh jiwa manapun.
Tapi aku ingin sekali masuk ke dalamnya, menikmati saat-saat dimana keheningan itu bagai racun menjalari tubuhku, merusak tiap jaringan tubuhku, dan mengurainya menjadi sel-sel tak kasat mata.

Aku ingin sekali menikmati saat-saat dimana keheningan itu memeluk erat jiwaku, pelukan sadis yang membuat aku tidak mampu bernafas, dan itu berarti aku akan mati.

Aku ingin sekali menikmati saat dimana Dewa Kematian meregang nyawaku, dan aku akan dibawanya ke tempat baka dalam tanpa kata, tanpa suara.

Maka tak akan lagi ada pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan ku. Tak ada lagi yang mampu kudengar, setelah sekian lama hidupku aku mendengar terlalu banyak, mengetahui terlalu banyak.
Itu menyiksa batinku.

Jadi sekarang biarkan jiwaku melayang bersama keheningan.

Jakarta, Januari 2010